Gadis Berhati Biru
Seorang gadis periang kini mendadak menjadi murung. Pipi yang selalu kemerahan oleh tawa, kini hanya pucat tanpa ekspresi. Mata yang dulu bersinar, hanya redup dan tanpa cahaya yang tersisa. Sambil sesekali menghela nafas berat, bahkan hampir tidak bersuara. Dingin. Itu yang ia rasakan. Seolah keceriaannya telah diselimuti oleh lautan gunung es yang sangat besar. Dia tenggelam jauh ke dasar lautan es itu, tangannya tak mampu menggapai dan dia mulai terperangkap di dalamnya. Tidak ada yang mau menolong. Suasana itu membekukan cahaya hidup dan seluruh perasaannya. Perlahan, dunianya mulai berubah. Tidak ada yang ingin mendekati manusia yang berhati dingin. Dia semakin kedinginan menghadapi perlakuan yang dia terima. Dia semakin membenci dirinya sendiri, dan bongkahan es yang telah merenggut cahaya hidupnya. Tetapi, entah apa yang terjadi. Semakin dia memberontak ingin menghancurkan lautan gunung es itu, semakin membeku pula s...